Mahasiswa Unnes Gelar Seminar Konservasi Kesejarahan di SMP N 1 Gemuh

Mahasiswa Unnes Gelar Seminar Konservasi Kesejarahan di SMP N 1 Gemuh

189
0
BERBAGI

Kendal – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Program Studi Pendidikan Sejarah rombel A mengadakan Seminar Konservasi Kesejarahan pada Sabtu, 14 Juli 2018 di SMP N 1 Gemuh. Dengan menghadirkan pemateri dari kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal yaitu Budiati, seminar Konservasi Kesejarahan yang mengusung tema “Dinamika Kesejarahan dalam Menyongsong Pembangunan Jangka Panjang” ini mendapat antusias dari para hadirin yang datang dengan pembahasan Sejarah Pabrik Gula Gemuh hingga peran bangunan dalam menggerakkan roda sejarah.
Dalam kesempatan tersebut Budiati menyampaikan bahwa Bangunan tua Pabrik Gula Gemuh yang berlokasi di desa Tamangede atau berada dekat dengan bangunan SMP N 1 Gemuh tersebut termasuk bangunan cagar budaya yang perlu dilestarikan keberadaannya, ” Hal ini karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, agama dan pendidikan, serta budaya yang memiliki proses penetapan”, ungkap Budiati.
Selain Budiati, Ratna Aprilia yang juga merupakan pemateri dari mahasiswa prodi pendidikan sejarah menyampaikan bahwa Pabrik Gula Gemuh merupakan Pabrik Gula peninggalan yang dikontrak Belanda sampai tahun 1990an karena mengalami kerugian besar dan akhirnya gulung tikar. Pabrik Gula Gemuh masih memiliki keterkaitan dengan pabrik yang ada di Cepiring, karena keberadaan pabrik Gula Gemuh merupakan cabang dari pabrik gula Cepiring. “Pada saat pabrik Gula Gemuh gulung tikar, semua aset dan urusan administrasi pabrik Gula Gemuh disatukan dengan pabrik gula Cepiring. Dengan pasang surutnya jumlah produksi gula cepiring mengakibatkan pada Pabrik Gula Gemuh yaitu para petani enggan menanam tebu dan memilih komoditi lain seperti padi dan tembakau”, ungkap Ratna.
Danu yang merupakan ketua panitia dalam kegiatan ini berharap dengan mengadakan Seminar Konservasi Kesejarahan ini, peserta dapat lebih membuka diri untuk menjaga dan merawat benda-benda cagar budaya dan serta dari Seminar Konservasi Sejarah ini sebagai alat untuk mengenalkan cagar budaya kepada masyarakat terutama generasi penerus bangsa” kata Danu kepada jurnalis, Minggu (22/7). (red-Lk20/Ristika)

Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY