66 Bantara Digembleng untuk Masuki DKA Gusdur Sholichah SMA NU 05 Brangsong

66 Bantara Digembleng untuk Masuki DKA Gusdur Sholichah SMA NU 05 Brangsong

213
0
BERBAGI

KENDAL – Pramuka Dewan Kerja Ambalan Gusdur – Hj. Sholichah SMA NU 05 Brangsong menggelar Gladi Tangguh “Tunas Yang Tangguh Untuk Masa Depan Gemilang” pada Sabtu-Minggu(21-22/7) di desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Kegiatan tersebut untuk memantapkan 66 bantara untuk menjadi calon Dewan Kerja Ambalan. Kegiatan ini dimulai dengan upacara pembukaan dilanjut menyusuri areal pemukiman penduduk di desa sidorejo, desa kertomulyo, areal pesawahan serta objek wisata kedung pengilon didesa tunggulsari.

Pembina Pramuka SMA NU 05 Brangsong, Kak Mahbub Mujahidin, S. Pd., mengatakan, Kegiatan Galdi Tangguh, Halang Rintang dan Pengembaraan bagi Pramuka Penegak, bertujuan untuk memberikan pengalaman menghadapi tantangan, halangan dan rintangan dan menemukan langkah pemecahanya yang tepat dan dapat mengatasinya dengan baik, keberhasilan mengatasi tantangan pada hakekatnya merupakan keberhasilan dalam peningkatan ketahanan spiritual/mental/moral, pisik, intelektual, emosional dan sosial, menunju kesikap: mandiri, peduli, bertanggung jawab dan komited. Dari kegiatan tersebut akan melahirkan kembali cikal bangsa yang tangguh bertahan dalam segala kondisi.

“Setiap anggota Pramuka SMA NU 05 Brangsong diharapkan memiliki mental dan spirit yang kuat dalam segala medan. Itu akan menghasilkan kesetiaan terhadap organisasi serta siap dalam menghadapi segala perubahan,” kata Kak Mahbub Mujahidin.

Selain materi pembinaan mental dan karakter disiplin, para peserta juga diberi penanaman jiwa cinta lingkungan berupa bersih sampah lingkungan sungai Aji. “Mereka dituntut tidak malu berkotor-kotor untuk kebersihan lingkungan,” katanya.

Majlis gugus Depan selaku kepala sekolah Drs. H. Mawardi menambahkan, karakter generasi muda yang cinta alam dan peduli lingkungan sangat dibutuhkan saat ini. Terlebih lagi, SMA NU 05 Brangsong merupakan sekolah yang mengedepankan kwalitas peserta didiknya bukan hanya kuwantitasnya saja, Sehingga mental cinta lingkungan harus selalu tertanam pada jiwa pramuka dan menjadi budaya di sekolah itu.

“Dalam budaya peduli lingkungan terdapat pendidikan moral yang saling berkaitan. Seperti kebersihan, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab dan nilai ibadah di dalamnya,” kata Kak Drs. H. Mawardi.(red-lk/umam)

Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY