Kalam Institute Dukung Upaya Tegas Pemerintah Berantas Narkoba

Kalam Institute Dukung Upaya Tegas Pemerintah Berantas Narkoba

201
0
BERBAGI
Ketua Bidang Kalam Institute, M. Shofi F. Isbach, (22/418).

JAKARTA – Kamis lalu, (19/4/2018), Pemprov DKI resmi mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) terhadap PT Agung Wahana Indonesia pemilik merk usaha Sense International Executive Club dan Sense Ballroom & Dining Theatre serta PT Exotic Paradise pemilik merek usaha Exotic terkait pelanggaran narkoba.

Pencabutan dan Penutupan tempat tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Nomor 37 Tahun 2018 dan Nomor 38 Tahun 2018. Pencabutan TDUP tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan atas dasar rekomendasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi DKI Jakarta.

Pencabutan ijin dan penutupan tempat hiburan tersebut dinilai merupakan ketegasan yang patut diteladani. Kedua tempat tersebut, seperti diberitakan, terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba. “Sudah sepatutnya pemerintah bertindak tegas terhadap lokasi yang terbukti memberikan peluang untuk menyalahgunakan narkoba,” ungkap M. Shofi F. Isbach di Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Ketua Bidang Kalam Institute tersebut, mendukung penuh upaya pemerintah melawan narkoba. Narkoba menjadi salah satu musuh bagi bangsa Indonesia karena efeknya yang dapat membuat ketergantungan serta mematikan system saraf pikiran manusia.

“Indonesia dengan jumlah penduduknya yang besar menjadi peluang menggiurkan bagi penyebaran narkoba. Bisnis narkoba menjadi hal yang terlarang, namun sulit untuk dicegah. Semakin banyak pengguna yang ditangkap, malah semakin banyak yang narkoba yang diedarkan,” paparnya.

Dalam mencegah dan menghentikan peredaran narkoba, diperlukan tindakan yang tegas. Salah satunya, menghentikan operasi bagi tempat yang dijadikan sarana penyalahgunaan narkoba. Selain itu, pemerintah juga harus mengusut tuntas alur peredaran narkoba dan menindak para pengedarnya.

“Tempat hiburan yang terbukti melanggar, harus dihentikan operasinya meskipun berdampak pada jumlah pengangguran karena banyak karyawan yang dirumahkan. Namun, itu menjadi efek jera bagi yang lain agar lebih waspada. Pemerintah juga harus mengusut tuntas pelaku pengedar narkoba yang menyasar tempat hiburan tersebut,” imbuhnya.

Shofi menganggap, agar masyarakat tidak terkena narkoba, maka harus menjauhi semua tempat hiburan yang terindikasi penyalahgunaan narkoba. Apalagi menjelang bulan puasa, masyarakat dianjurkan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat dan mematuhi aturan yang ada.

“Masyarakat juga harus tegas terhadap tawaran atau ajakan yang menjurus pada penggunaan narkoba. Mereka harus tahu bahwa narkoba pasti membawa keburukan dan kerusakan bagi diri sendiri dan orang lain,” tutupnya.

Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY