Pupuk Subsidi dari Abu-Abu menjadi Hitam Putih dengan Kartu Tani

Pupuk Subsidi dari Abu-Abu menjadi Hitam Putih dengan Kartu Tani

148
0
BERBAGI
Mendampingi presiden dan menteri PU meninjau pertanian di pekalongan (red-lk/ts

Kendal – Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan silaturahmi kepada pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah KH Suyuti Murtadlo , dalam kunjungannya Ganjar juga mengungkapkan akan menjamin semua petani mendapat pupuk di Jawa Tengah. Karena pihaknya sudah mempunyai data petani dan jenis tanaman yang ditanam. Saat ini, jumlah petani di Jawa Tengah mencapai lebih dari 2 juta dengan jenis tanaman yang beragam. “Yang sudah mendapat kartu tani ada sekitar 90 persen. Sisanya masih dalam proses,” ujar Ganjar di Kaliwungu Kendal, Jumat (2/3) lalu.
Perihal simpang siur tentang kartu tani yang kini dimanfaatkan pihak lain untuk melakukan kampanye negatif, Koordinator Tim Infokom DPC Relawan Pejuang Demokrasi (REPDEM) Kabupaten Kendal, Mika Prastama menanggapi tentang Manfaat Kartu Tani. Melalui data Penjualan Pupuk Subsidi yang disediakan Disbuntan Propinsi Jawa Tengah, masyarakat dapat memantau ketersediaan alokasi pupuk subsidi tersebut. Melalui Kartu Tani, Alokasi dan Realisasi Pupuk Subsidi bisa dipantau. dan memberikan kepastian terhadap petani dengan jumlah luas lahan maksimal 2 Ha untuk dapat menikmati pelayanan dan dukungan pemerintah terhadap pertanian. Negara hadir dengan memastikan distribusi pupuk subsidi dapat tepat sasaran.
“Dahulu kita tidak pernah tau, jangankan masyarakat awam, petani sendiri merasa bingung dengan kelangkaan pupuk. Padahal alokasi pupuk subsidi telah dianggarakan dalam APBN, dan setiap tahunya mengalami kenaikan”, jelas Mika.
“Untuk alokasi tahun 2017 saja mencapai 31, 3 Trilyun. Bayangkan hanya dengan satu kartu saja mampu menyelamatkan APBN kita yang digunakan untuk keberpihakan terhadap petani Indonesia”, imbuh Mika.
Lebih lanjut, mika menjelaskan kan bahwa sebelum diberlakukannya Kartu Tani di Jateng dan kini mulai direplikasi oleh pemerintah pusat , subsidi pupuk untuk petani “BOCOR” dikarenakan bukan petani yang dengan luas lahan maksimal 2 Ha yang dapat menikmati subsidi tersebut. Pupuk subsidi bertahun – tahun dinikmati oleh konglomerasi pertanian dan mafia pupuk. Pantas saja setiap tahun musim tanam pupuk subsidi menghilang dipasaran dan tiba – tiba harga pupuk melonjak karena permintaan banyak. Dan setelah adanya program kartu tani ini hak rakyat petani terjamin.
Dengan begitu distribusi pupuk subsidi sebagai bentuk keberpihakan kepada petani dari pemerintah semakin jelas. Dengan Kartu Tani menjadikan status pupuk subsidi yang sebelumnya Abu-abu menjadi Hitam dan Putih. Ada kejelasan siapa yang boleh dan yang tidak boleh menikmati pupuk subsidi dari pemerintah. (red-Lk20/lipken)

Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY