Mahasiswa Dituntut mampu Berikan Kontribusi dan Manfaat untuk Masyarakat

Mahasiswa Dituntut mampu Berikan Kontribusi dan Manfaat untuk Masyarakat

357
0
BERBAGI
Narasumber sedang memparkan materinya dalam Pelantikan dan Seminar Badan KoordinasiMahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang (red-lk/pan)

Kendal – Dengan hadirnya organisasi-organisasi kemahasiswaan maka akan terbentuk karakter calon-calon pemimpin di masa depan. Untuk itulah organisasi tersebut dituntut melakukan konsolidasi dan memberikan kontribusi dan manfaat untuk masyarakat.
Demikian disampaikan Ariffianto, Wakil Ketua Bidang Ideologi, Politik, dan Ketahanan Nasional DPD KNPI Kabupaten Kendal sebagai narasumber Seminar Kebangsaan Badan Koordinasi Mahasiswa (BKM) Universitas Wahid Hasyim, Minggu (25/2) lalu di SMA NU 05 Brangsong.
Lebih lanjut, Ariffianto mengungkapkan Generasi muda khususnya mahasiswa mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa, ” Kita perlu ingat bahwa sejarah mencatat dari momentum sumpah pemuda 1928 sampai era reformasi 1998 generasi mudalah yang selalu berperan penting”, tutur Ariffianto.
Menurut Ariffianto, Badan Koordinasi Mahasiswa (BKM) Universitas Wahid Hasyim sebagai organisasi kemahasiswaan dapat menjadi wahana dalam membangun jaringan dan silaturahmi untuk menciptakan sinergi dalam merebut peluang di era globalisasi dimana kemajuan teknologi berkembang begitu cepat.
Sedangkan Nanang Husni Faruk, Ketua DPD KNPI Kendal yang juga menjadi narasumer mengungkapkan bahwa organisasi berperan penting dalam pembentukan karakter. “Hal ini terlihat dari program- program dalam organisasi yang berfungsi terhadap pengembangan kepribadian dan softskill dari para anggota serta terjadinya proses regenerasi”, terang Nanang.
Dalam organisasi, lanjut Nanang, setiap pengurus dan anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan program- program yang telah disusun berdasarkan visi dan misi bersama. Hal ini dapat dimaknai sebagai latihan dalam menumbuhkan sikap disiplin, tanggungjawab dan pekerja keras.
Nanang menyampaikan dalam proses pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat dapat melatih mahasiswa membentuk sikap toleransi, sabar, dan ikhlas menjalankan tugas berdasarkan kesepakatan bersama.
“Yang terpenting dalam pengelolaan kegiatan atau program kerja organisasi dapat dilakukan menggunakan prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan atau evaluasi serta dibutuhkan time management yang baik. Hal ini dimaksudkan agar kewajiban pertama mahasiswa kuliah tidak terabaikan”, jelas Nanang.
Dalam proses inilah, secara tidak sadar mahasiswa akan berlatih mengembangkan diri, berkomunikasi dengan orang banyak, merangsang kepekaan terhadap masyarakat, juga diajarkan menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab. (red-lk20/lipken)

Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY