Pengalaman Shonia di Ajang Puteri Martim Indonesia 2017

Pengalaman Shonia di Ajang Puteri Martim Indonesia 2017

978
0
BERBAGI
Tim Jawa Tengah dalam PPMI 2017 (red-lk/sn)

Jakarta – Kendal mendapatkan buah manis yang dipetik oleh Shonia Syvafiftyan Rosaline (18). Shonia tidak begitu saja meraih gelar Putri Maritim Indonesia Lingkungan 2017. Shonia harus bersaing dengan 4.500 calon peserta hingga mengerucut menjadi 78 Finalis putera-puteri dari 24 Provinsi di Indonesia dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) 2017.
Target Shonia dalam Ajang PPMI
Pada saat berangkat mengikuti ajang PPMI 2017 Shonia sama sekali tidak memikirkan apa yang akan Shonia dapat. Namun, ia memikirkan apa yang harus dilakukan dalam bidang tersebut. Shonia ingin menjadi pemudi yang bisa menjadi pionir untuk Indonesia yang lebih baik. Ia ingin berkontribusi secara nyata dan memperbesar suaranya. Menurut Shonia, menjadi duta merupakan alat pengeras suara dan pendapatnya.
“Saya memikirkan apa yang akan saya lakukan jika ada di lingkup itu dahulu. Setelah saya berusaha membuat pariwisata kendal lebih baik, saya berusaha mengembangkan bidang maritim” ,imbuh Shonia.
Awalnya,  Shonia terkejut saat namanya diumumkan menjadi puteri maritim lingkungan.
“Saya terkejut dan seketika menyadari bahwa saya memegang tanggung jawab yang baru”,  ungkap Shonia.
Pemilihan Duta Maritim Indonesia sendiri digelar untuk mendukung program pemerintah agar Indonesia menjadi negara maritim dunia. Dan Shonia memiliki tanggung jawab baru untuk menebarkan budaya maritim di masyarakat luas agar tercipta rasa cinta terhadap laut dan menyadari pentingnya laut sebagai potensi besar pengembangan ekonomi.
Selama karantina,  Shonia menceritakan banyak hal mengenai potensi yang ada dikendal.  Termasuk mengangkat potensi maritim di Kendal serta lingkungan dan pengolahan sampah.  Adanya umkm kreatif yang Berhubungan dengan maritim.
Kejadian Unik Shonia dalam Ajang PPMI
Dalam runtutan kegiatan di PPMI 2017 ini,  Shonia berfikir akan seperti ajang duta-duta yang ada. Namun ternyata,  Shonia harus mendapatkan pendidikan ala militer oleh marinir marinir terlatih. “Jadi memang ada shock gitu, lari-larian pakai high heels dan senyum pun ada waktu dan tempat yang diatur”,  kata Shonia.
Selain itu,  Shonia juga merasa senang saat penampilan bakat per provinsi.  Jawa tengah sendiri tidak menyiapkan sejak awal. Shonia dan Perwakilan dari Jawa Tengah lainnya bermain ketoprak dengan mengangkat tema dolanan anak-anak. Shonia dan tim juga menyanyikan lagu lir-ilir,  padang bulan, dan cublak- cublak suweng.
“Jadi kita latihan hanya sekitar 1 jam.  Tapi alhamdulillah dapat nomor 2 best talent setelah provinsi Gorontalo”,  bangga Shonia.
Duta itu Harus Cakap 
Shonia merasa ironi, jika ada yang beranggapan bahwa dalam pemilihan Duta hanya mementingkan kecantikan saja. Ia berpendapat bahwa menjadi seorang duta juga harus memiliki kecakapan.  “Ironi si. Ya kalau dilihat, banyak jutaan orang yang lebih cantik,  lebih putih,  lebih segalanya.  Contohnya model-model itu kan banyak.  Tapi jika saya bisa menggunakan apa yang saya punya,  apa yang saya bisa dan membungkusnya dengan baik, saya belum tentu kalah dengan mereka yang sudah bermodal cakep sejak awal”,  papar Shoni. (red-Lk20/sh)

Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY