Ketua IMAKEN : Keterbukaan Informasi Publik Sangatlah Penting, Kendal juga Harus Terbuka

Ketua IMAKEN : Keterbukaan Informasi Publik Sangatlah Penting, Kendal juga Harus Terbuka

812
0
BERBAGI
Solikin, Ketua IMAKEN Pusat (red-Lk/doc)

Semarang – Pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan berbangsa dan berpolitik artinya pemerintah menyelenggarakan kehidupannya misalnya berkaitan dengan keterbukaan. Keterbukaan disini yang diharapakan seperti dari keterbukaan atas pungutan pajak, mendistribusikan APBD dan lain sebagainya. Hal itulah yang diungakapkan Solikin selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Kendal (IMAKEN) Pusat ditengah-tengah sambutannya saat Pelantikan Imaken Unwahas Semarang, Jum’at (19/5) lalu.
Solikin juga memberikan penjelasan saat ditemui liputankendal.com usai pelantikan bahwa di Indonesia sendiri terdapat Undang – Undang yang mengatur tentang Keterbukaan Informasi Publik, begitu juga pemerintah telah membentuk suatu Komisi Informasi RI.
“Kenapa sih informasi keterbukaan publik itu penting?” ,ujar Solikin
Mahasiswa Unwahas ini menuturkan bahwa dengan adanya keterbukaan publik oleh penyelenggara pemerintah dalam arti masyarakat bisa mengawasi secara langsung.
“Apakah hal yanga dilakuan dalam penyelenggaraan pemerintah sesuai aturan atau tidak, apakah ada penyelewangan atau tidak, jika benar-benar terbuka kita bisa mengetahui dan masyarakat tidak akan merasa resah karena sudah dapat melihat anggaran-anggaran yang ada, jika pun terjadi penyelewengan kita bisa mengingatkan. Namun jika ditutup-tutupi itu kan ada indikasi tidak baik, harus kita lakukan suatu tindakan” jelas Solikin.
“Kami sebagai mahasiswa adalah sebagai agen of change” lanjut solikin, “kami sebagai penggerak kita sebagai inovator dengan tangan-tangan kreatif jika ada hal-hal yang seperti itu penyelewengan kita dapat tabayun dahulu, kalau pun kita mendapatkan informasi publik itu juga untuk apa, kita harus ada dasarnya” terang Solikin.
“Semisal di Dinas A ada suatu miss, dalam anggaran APBDnya dialokasikan ke dinas tersebut semisal sebesar 3M namun dalam penyerapannya hanya 30% atau berapa, tentu itu ada suatu miss komunikasi. Tentu kita mahasiswa sebagai masyarkat juga wajib tau, caranya kita komunikan ke dinas, kalau memang tidak ada tanggapan yang ril itu kan dalam arti — uangnya kemana gitu kan — tentu jika kita tidak mendapatkan informasi tersebut kita bisa menengok pada undang-undang terus apa bisa kita laporakan ke komisi terkait atau tidak”
Solikin juga berkukuh adanya transparansi anggaran agar masyarkat juga dapat mengawasi berapa dana yang masuk untuk APBD , dan berapa Dana yang keluar dari APBD.
Solikin berharap setiap dinas-dinas atau kantor pemerintah dapat memasang MMT atau sejenisnya yang terpasang mengenai informasi keterbukaan publik.
Ia juga menambahkan suksesnya dalam pemerintah bukan hanya karena pemerintahnya saja yang melakukan namun ada pengawasan dari masyarakat dan lainnya.
“Saya juga berharap pimpinan di Kendal kali ini harus ada perubahan yang greget. kita bisa mencontoh di batang tentang keterbukaan APBD, keterbukaan anggaran. Bukan berarti mencontoh itu tidak baik, kalau contoh itu baik ya perlu kita tiru dengan inovai-inovasi. Ya kita sebagai masyarakat ayo ikut melakukan pengawasan bersama-sama” jelas solikin diakhir pembicaraan. (red-LK20/SH)

Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY