Figur Muda Dinilai menjadi Harapan pada Pilkada Jateng 2018

Figur Muda Dinilai menjadi Harapan pada Pilkada Jateng 2018

662
0
BERBAGI
SEMARANG – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akan digelar tahun 2018 semakin dekat. Meski sosok Ganjar Pranowo yang masih menjabat Gubernur Jateng saat ini dinilai kuat jika dicalonkan menjadi calon gubernur mendatang, namun banyak kalangan menginginkan figur muda untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada nanti.
Diryo Suparto, SSos, MSi, pengamat politik Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, menilai bahwa banyak partai seperti ketakutan jika Ganjar maju lagi. “Figur Ganjar seolah-olah tiada saingan sehingga partai memiliki kekhawatiran jika dia maju lagi. Kalau memang demikian, lebih baik kita nobatkan Ganjar jadi gubernur kembali biar lebih hemat,” ujar Diryo kepada awak media, Selasa lalu (4/4/2017).
Pilkada Jateng tinggal menghitung bulan, lanjut dia, serasa kurang gayeng. Masyarakat tidak ingin disuguhi permainan injury time yang hanya memunculkan tokoh-tokoh itu saja. “Partai sebagai instrumen politik dan demokrasi diharapkan memberi pencerahan dan alternatif pilihan yang layak serta mumpuni untuk memimpin Jateng ke depan, terutama kalangan generasi muda,” imbuhnya.
Ia berharap, pesta demokrasi bisa terbuka untuk semua kalangan, terutama pemuda yang dinilai lebih produktif dan energik. “Jateng butuh pemimpin muda yang energik pemuda meski selalu dipandang sebelah mata dengan alasan belum berpengalaman. Padahal kalau melihat sejarah, apakah Bung Karno dan Bung Hatta pernah berpengalaman menjadi Presiden dan Wapres?,” tegas dia.
Di Jateng, ada banyak tokoh yang perlu didorong untuk diwacanakan ke publik selain Ganjar, seperti Hendrar Prihadi (Walikota Semarang), Mustofa (Bupati Kudus), Kukrit (Suara Merdeka). Di sekitar pantura barat ada Yoyok Riyo Sudibyo (mantan Bupati Batang) dan di Brebes ada srikandi politik Idza Priyanti sebagai salah satu dinasti politik Dewi Sri.
“Saya pikir semua kalangan memiliki peluang untuk mendorong calon-calon alternatif. Mari kita kawal Pilkada setidaknya dimulai dari penyaringan balon oleh partai untuk menekan politik transaksional,” pungkas dia.
Seperti diketahui, sudah ada sejumlah tokoh yang diusulkan bahkan deklarasi untuk siap maju di Pilgub Jateng 2018. Seperti Abdul Wachid Ketua DPD Gerindra Jateng, Marwan Jafar mantan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi.
Selain itu, beberapa kalangan juga mendorong sejumlah tokoh. Mulai dari Ganjar Pranowo, Hendrar Prihadi, Mustofa, Yoyok Riyo Sudibyo, Ferry Wawan Cahyono (Wakil Ketua DPRD Jateng), Ki Enthus Susmono (Bupati Tegal), Yoyok Sukawi (Anggota DPRD Jateng).
Sementara, Ketua Umum Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Jateng, Ulil Haq menilai bahwa Pilgub Jateng yang akan digelar semestinya memunculkan tokoh baru. “Jawa Tengah dinilai belum ada kemajuan yang signifikan, kalaupun ada hanya sebatas pembangunan yang sifatnya penganggaran rutin. Kreatifitas program tidak begitu tampak, komunikasi dengan elemen publik termasuk kepemudaan pun dalam posisi yang buruk. Pilgub yang akan berlangsung sudah waktunya memunculkan figur baru yang bebas persoalan masa lalu,” ungkapnya.
Ulil yang juga Wakil Ketua KNPI Jateng tersebut menilai ada sejumlah tokoh yang perlu didorong maju Pilgub Jateng. “Di Jawa Tengah, banyak pemimpin muda yang bisa menjadi alternatif calon gubernur/wakil gubernur. Seperti, Yusuf Khudhori (Gus Yusuf) Ketua PKB Jateng, lalu ada Nusron Wahid Kepala BNP2TKI yang juga asli Kudus,” imbuhnya.
Ia menilai, mereka merupakan figur muda yang layak memimpin. Mereka sudah teruji dan tidak diragukan kompetensinya. Figur muda tentu beban persoalan masa lalu relatif kecil dan punya komitmen dengan masalah kepemudaan di Jawa Tengah. (Red-LK20/fi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY