PC NU Klarifikasi Isu Kebangkitan PKI

PC NU Klarifikasi Isu Kebangkitan PKI

857
0
BERBAGI
KENDAL – M. Danial Royyan, ketua PC NU Kabupaten Kendal menanggapi pemberitaan dan isu yang beredar soal refleksi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang bertempat di kantor PC NU Kabupaten Kendal.
Melalui website resmi https://pcnukendal.id/ pada Selasa lalu (31/1/17), dia menyampaikan bahwa isi pidato seorang ustadz yang direkam dan telah disebar via media sosial yang menyatakan adanya refleksi Partai Komunis Indonesia (PKI) bertempat di kantor PCNU Kabupaten Kendal adalah tidak benar dan fitnah yang menjatuhkan nama baik NU.
Dia menyatakan kronologinya, bahwa ada pertemuan anak-anak muda saat itu yang meminjam tempat di kantor PC Muslimat Kendal, belakang gedung PCNU Kendal. Sesudah pertemuan, ada pemberitaan mengenai adanya pertemuan yang oleh sebagian pihak diindikasikan berbau PKI.
Lalu, dirinya memanggil pihak yang bersangkutan untuk klarifikasi dan menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas PKI atau hal-hal yang terkait dengannya. Pada pertemuan, salah satu pesertanya yaitu Misbahul Munir yang juga menjabat sekretaris PC Gerakan Pemuda Ansor.
Menurut penjelasan Munir, kronologinya adalah berawal dari gagasan komunitas kebudayaan Kendal untuk mengadakan kegiatan dengan tema “Kebangkitan Seni Budaya” sehingga berhimpunlah para komunitas kesenian, diantaranya A. Murtadho dari Forum Kantung Budaya Kendal (FKBK), Kelana Siwi dari Lembaga Sastra Rakyat, yang menjadi ketua panitia, Misbahul Munir dari Lesbumi NU dan lain sebagainya.
Untuk menyusun acara seminar, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional disepakati bahwa kegiatan dikemas dalam bentuk seminar yang menghadirkan dua narasumber dari jurnalis dan intelektual muda.
Seminggu setelah kegiatan berjalan, muncul informasi yang disinyalir sebagai seminar kebangkitan PKI di Kendal. Padahal, sebelumnya panitia juga mempublikasikan kegiatan tersebut di media sosial karena kegiatan terbuka untuk umum dan bisa diikuti oleh khalayak.
Seminar tersebut bertujuan untuk memotivasi generasi muda untuk selalu melihat sejarah demi kebangkitan Indonesia di masa mendatang.
Maka, tuduhan adanya “Seminar Kebangkitan PKI” yang disematkan pada acara tersebut sangatlah keliru, karena mayoritas penyelenggara adalah kader dan aktifis NU yang selalu berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaah. (Red-LK20/pcnu)
Facebook Comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY